Politik

Pemkab Deli Serdang Cetak 150 Pemilih Pemula Cerdas di Lubuk Pakam

Redaksi Diterbitkan 10:49 2 menit membaca
Ukuran Teks:

 

 

Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com-|

Demokrasi tidak diwariskan. Demokrasi diajarkan.

 

Itulah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Badan Kesbangpol, Rabu (9/9/2026) di Aula SMA Swasta Methodist Lubuk Pakam. Sebanyak 150 pemilih pemula dari 5 sekolah duduk satu ruangan untuk belajar satu hal: bahwa suara mereka mahal harganya.

 

“Setiap suara memiliki arti. Setiap pilihan membawa konsekuensi. Generasi muda hari ini adalah penentu kualitas demokrasi di masa depan,” tegas Plh Kepala Badan Kesbangpol Deli Serdang, Anwar Sadat.

 

“Menyiapkan Generasi Muda, Menguatkan Demokrasi”

 

Bagi Pemkab, pemilu bukan hanya 5 tahun sekali. Pemilu dimulai dari kelas 12 SMA.

 

“Demokrasi yang berkualitas tumbuh dari masyarakat yang memahami hak, menyadari tanggung jawab, dan mampu menentukan pilihan secara bijaksana,” ujar Anwar.

 

Selama sehari, para siswa dari SMAN 1, SMAN 2, SMA Swasta Nusantara, MAN 2 Deli Serdang, dan SMA Methodist Lubuk Pakam ini diajak berdialog. Bukan ceramah satu arah.

 

Materinya langsung ke inti:

1. Hak & Kewajiban Politik – Kamu berhak pilih, kamu wajib kritis

2. Pentingnya Dokumen Kependudukan – Tidak punya KTP-el = tidak bisa nyoblos

3. Etika Politik – Santun, cerdas, tidak golput, tidak ikut hoaks

4. Integritas – Pilih karena program, bukan karena amplop

 

Narasumbernya pun lengkap. Ada dari KPU Deli Serdang, Disdukcapil, Pemerintah Daerah, hingga Ormas. Tujuannya satu: agar informasi yang diterima berimbang.

 

Tidak Cuma Teori, Langsung Praktik

 

Kesbangpol tidak mau pendidikan politik berhenti di PowerPoint.

 

Di lokasi yang sama, Pemkab membuka layanan perekaman KTP-el gratis bagi siswa yang sudah 17 tahun. Ada juga pemeriksaan kesehatan gratis.

 

“Kalau sudah paham haknya, hak itu harus bisa dipakai. Makanya langsung kita urus KTP-nya,” jelas Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Hosianna Br. Girsang.

 

Ia menambahkan, tujuan akhirnya adalah membangun budaya politik baru.

 

“Diharapkan pemilih pemula dapat memahami hak dan kewajiban politik serta membangun etika dan budaya politik yang santun, cerdas, dan bertanggung jawab,” katanya.

 

Tema kegiatan ini: _“Meningkatkan Kesadaran Politik Masyarakat untuk Mewujudkan Demokrasi yang Cerdas, Santun, dan Berintegritas.”_

 

Catatan Pinggir: Investasi Jangka Panjang

 

150 siswa hari ini, 5 tahun lagi mereka yang akan menentukan siapa Bupati, Gubernur, bahkan Presiden.

 

Kalau hari ini mereka dibiarkan apatis, 5 tahun lagi kita akan panen golput dan politik uang.

 

Tapi kalau hari ini mereka diajarkan bahwa “setiap pilihan ada konsekuensinya”, maka 5 tahun lagi Deli Serdang akan punya pemimpin yang dipilih dengan akal sehat, bukan karena bagi-bagi sembako.

 

Itu investasi paling murah tapi dampaknya paling lama. (*)

 

Reporter : Habar.

Tinggalkan komentar