Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com –|
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya mendukung upaya nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan. Komitmen itu ditunjukkan melalui keikutsertaan Wakil Bupati Deli Serdang, *Lom Lom Suwondo SS*, dalam kegiatan penguatan kolaborasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) 2026–2029 Fase Kedua.
Kegiatan yang digelar *Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)* itu diikuti Wabup Lom secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (27/7/2026).
*Apresiasi Hasil Kolaborasi Lintas Sektor*
Dalam kegiatan tersebut, *Menko Polkam Djamari Chaniago* menyampaikan bahwa situasi terorisme di Indonesia saat ini relatif terkendali. Kondisi tersebut tidak lepas dari kerja bersama seluruh elemen bangsa.
“*Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat sipil hingga akademisi dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme*,” ujarnya.
Wabup Lom Lom menilai, pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif. Menurutnya, Deli Serdang siap menjadi bagian dari penguatan ketahanan masyarakat melalui program-program turunan RAN PE.
“Ini momentum bagi kita di daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tapi juga keluarga, sekolah, pemuda, dan tokoh masyarakat,” kata Lom Lom.
*111 Aksi Strategis, Deli Serdang Dorong RAD PE*
RAN PE Fase Kedua 2026–2029 yang tertuang dalam *Perpres Nomor 8 Tahun 2026* memuat *111 aksi dalam sembilan tema strategis* yang melibatkan *70 kementerian/lembaga* beserta pemangku kepentingan lainnya.
Menko Polkam mendorong seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program dan anggaran, serta memperkuat pelaksanaan *Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme (RAD PE)*.
Sementara itu, *Kepala BNPT Eddy Hartono* menyebut RAN PE merupakan bagian dari prioritas nasional dalam *RPJMN 2025–2029*. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap transformasi ancaman, khususnya melalui ruang digital yang kini sering disalahgunakan untuk propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme.
“*Terorisme saat ini bersifat persisten dan adaptif. Aktornya bisa berubah, namun ancamannya tetap ada dan terus menyesuaikan cara, bentuk, serta medianya. Karena itu kolaborasi dan sinergi menjadi faktor utama dalam pelaksanaan RAN PE Fase Kedua*,” tegas Eddy.
*Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Sosial*
Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan peran keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil sangat krusial untuk membangun ketahanan sosial dan literasi digital.
Wabup Lom menambahkan, Pemkab Deli Serdang akan terus mendorong kegiatan yang memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan deradikalisasi di tengah masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang sudah terbangun selama ini, kita optimis Deli Serdang dapat menjadi contoh daerah yang tangguh dalam menangkal paham radikal dan ekstremisme,” tutupnya.
Kegiatan ini diikuti kementerian/lembaga, pemerintah daerah se-Indonesia, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan mitra pembangunan.
Reporter: Tim http://gomsindosuaramerdeka.com
