Deli Serdang,
gomsindosuaramerdeka.com (Jum’at 14/8/2026).
Di akhir zaman seperti sekarang ini, fitnah datang silih berganti. Berita korupsi pejabat, kasus narkoba di kalangan anak muda, hingga penyimpangan moral rasanya muncul hampir setiap hari di layar gawai kita.
Rasulullah SAW telah mengabarkan 14 abad yang lalu:
“Bersegeralah beramal sebelum datang fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap. Seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman, lalu di sore hari menjadi kafir. Atau di sore hari dalam keadaan beriman, lalu di pagi hari menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan sedikit dari keuntungan dunia.”
(HR. Muslim No. 118)
Betapa mudahnya sekarang manusia terlibat korupsi dan narkoba.
Bukan karena tidak ada uangnya. Bukan karena tidak tahu hukumnya. Tapi karena satu hal yang paling mendasar: lemah imannya.
Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Orang korupsi bukan karena tidak punya pilihan lain. Tapi karena imannya keluar. Karena hatinya sudah dipenuhi _hubbud dunya – cinta dunia yang berlebihan. Ia hanya “tahu” ada azab, tapi tidak “yakin” dan tidak “takut” kepada Allah SWT.
Padahal kalau imannya kuat, ia akan berhenti. Karena ia yakin ada ganjaran di akhirat. Ia takut berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang ia makan.
Allah mengingatkan:
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”
(QS. Yasin: 65)
Seperti para sahabat Rasulullah SAW dulu. Mereka rela lapar, rela meninggalkan dunia, karena yakin dengan janji Allah.
Inilah yang hari ini nyaris hilang dari sebagian kita. Harta, jabatan, dan kekuasaan membuat banyak yang lupa.
Lalu bagaimana kita membentengi diri?
Mari saudara-saudaraku, kita perbaiki niat dan terus meningkatkan iman kita. Caranya:
1. Mendatangi majelis-majelis Agama Islam
Majelis yang banyak membicarakan tentang Iman dan Amal Saleh. Ini sangat penting, bahkan lebih penting dari segala apa yang kita miliki.
Sebelum diperintahkan shalat, para sahabat belajar Iman dan Amal Saleh lebih dari 10 tahun dari Rasulullah SAW. Karena ini perkara paling utama. Iman dulu, baru amal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Perumpamaan majelis ilmu dengan majelis dzikir adalah seperti perumpamaan taman surga.”
(HR. Tirmidzi No. 3603 – Hasan)
Kalau fondasi iman kuat, shalatnya khusyuk. Kerjanya jujur. Jabatannya amanah. Jauh dari korupsi dan narkoba.
Semoga Allah SWT memberikan rasa takut kepada para pejabat-pejabat kita. Semoga Allah lembutkan hati kita semua, sehingga kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Orang yang bukan hanya tahu, tapi yakin dan takut kepada Allah, baik di tempat sepi maupun di tempat ramai.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok…”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Ya Allah, tetapkan hati kami di atas agama-Mu. Jauhkan kami dan keluarga kami dari fitnah harta, fitnah jabatan, dan fitnah narkoba. Jadikan kami hamba yang bertakwa.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Wallahu a’lam bishawab
Hasan Basri Siregar
