Lubuk pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com | Senin, 05/10/2026 -|
Pengamat Sosial Hasan Basri Siregar mengingatkan generasi muda Deli Serdang khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar waspada terhadap bahaya narkoba cair jenis baru yang kini marak disamarkan dalam liquid vape.
Himbauan itu disampaikan Hasan Basri Siregar di Lubuk Pakam, Senin (5/10/2026), menyikapi temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pernyataan tegas Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto terkait ancaman narkotika cair yang dapat menghancurkan generasi anak bangsa.
“Saya mengingatkan anak-anak kita di Deli Serdang, jangan terjebak tren palsu. Mereka kira hanya nge-vape biasa dengan rasa buah, padahal di dalamnya ada narkotika cair. Ini sangat berbahaya dan bisa menghancurkan masa depan,” ungkap Hasan Basri Siregar.
Menurut Hasan, apa yang disampaikan Kapolri Suyudi harus menjadi alarm keras bagi orang tua, guru, dan tokoh masyarakat di Deli Serdang.
Kapolri Bongkar 98% Vape Positif Narkoba;
Seperti diketahui, Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto pertama kali menyampaikan peringatan keras tersebut saat masih menjabat Kepala BNN dalam keterangan tertulis pada Kamis, 10 September 2026 dan dalam Rapat Kebijakan Tata Kelola Rokok Elektrik di Kantor Kemenko PMK Jakarta Pusat pada 9 September 2026.
Komitmen pemberantasan itu kembali ia tegaskan usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026 di Istana Negara Jakarta.
“Pintu masuknya juga semakin terlihat trennya di kalangan anak-anak kita, melalui rokok-rokok elektrik atau vape. Mereka seolah-olah sedang menggunakan rokok elektrik biasa, padahal di dalamnya terdapat narkotika cair,” tegas Suyudi.
Data laboratorium BNN yang mendasari pernyataan Kapolri sangat mencengangkan. Dari 1.745 sampel vape yang diuji, sebanyak 1.716 sampel positif mengandung narkotika maupun zat psikoaktif baru (NPS). Artinya 98,3% mengandung zat terlarang.
Selama memimpin BNN, Jenderal Suyudi juga berhasil menggagalkan peredaran lebih dari 8 ton narkoba hanya dalam dua bulan, termasuk penyitaan 2,6 ton sabu cair yang berpotensi menghasilkan 2,8 juta cartridge vape senilai Rp8,5 triliun. Total nilai kejahatan yang dilumpuhkan mencapai Rp16,4 triliun dan menyelamatkan 34,7 juta jiwa.
Modus Etomidate Rasa Buah;
Hasan Basri Siregar menyoroti modus licik sindikat yang disebut BNNK Tanjungpinang menggunakan Etomidate cair atau “Pot Getar” – obat bius medis yang diubah menjadi cairan vape bening. Efeknya memicu fly, halusinasi, hingga hilang kesadaran dalam hitungan menit.
“Dari padat ke cair. Dulu narkoba itu sabu kristal, ganja, ekstasi pil. Sekarang sudah cair. Karena bening dan wangi, anak-anak kita tidak curiga. Ini yang harus kita cegah bersama di Deli Serdang,” kata Hasan.
Ia meminta pemerintah Kabupaten Deli Serdang, sekolah, dan Karang Taruna untuk aktif melakukan edukasi literasi bahaya vape.
“Jangan anggap enteng. Satu cartridge 2 ml saja bisa mengandung 100 mg nikotin plus narkotika. Risikonya gagal jantung, paru, dan kerusakan saraf permanen. Mari kita lindungi anak Deli Serdang dari tren yang menghancurkan ini,” pungkasnya.
Redaksi Gomsindo Suara Merdeka | Editor: Habar.
