Sunggal,
http://gomsindosuaramerdeka.com –|
Makna sehat yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari kuatnya fisik, tetapi juga dari sehatnya rohani, lingkungan, dan kehidupan beragama. Pesan itu mengemuka dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Akbar 1448 H di Deli Serdang.
Sekitar 1.000 jamaah memadati halaman Masjid At-Taqwa, Jalan Sei Mencirim Dusun III Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Minggu (27/9/2026). Kegiatan akbar tersebut diselenggarakan Forum Komunikasi Silaturahim Masjid dan Musala (FKSMM) Kecamatan Sunggal dan Kecamatan Kutalimbaru.
Hadir mewakili Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hanip Fahri menegaskan arah pembangunan Deli Serdang yang tidak hanya berorientasi fisik.
“Sehat yang dimaksud bukan hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani, lingkungan, kehidupan religius, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat positif untuk memperkuat kebersamaan dan semangat membangun Deli Serdang,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, pengurus masjid-musala, dan masyarakat.
Hanip menyampaikan salam dan apresiasi Bupati atas kekompakan FKSMM yang mampu merangkul berbagai unsur. Ia menilai, tanpa dukungan aktif masyarakat, program pemerintah tidak akan berjalan maksimal.
“Terima kasih kepada panitia, pengurus masjid dan musala, kepala desa, unsur Forkopimcam, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan aktif masyarakat,” katanya.
Ketua FKSMM Sunggal-Kutalimbaru, Salman Al-Jawi menjelaskan, forum yang berdiri sejak 2019 ini berawal dari kajian subuh keliling dari masjid ke masjid. Hingga kini, FKSMM konsisten menghidupkan syiar Islam melalui Salat Subuh berjamaah dan kajian rutin setiap Ahad.
Sementara Ketua BKM At-Taqwa, Arifsyah Pohan berharap peringatan Maulid membawa keberkahan dan mempererat silaturahmi warga.
Peringatan Maulid ditutup dengan tausiyah oleh Ustaz Profesor Muzakir. Menariknya, panitia tidak hanya menggelar kegiatan keagamaan, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik kolaborasi dengan kecamatan dan puskesmas.
Warga mendapatkan layanan Pas Jempol (Pelayanan Berobat Pakai Jempol), Cek Kesehatan Gratis (CKG), screening tuberkulosis (TB) gratis, serta layanan PATEN KALI (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Lengkap dan Elektronik).
Konsep inilah yang menjadi bukti nyata definisi sehat paripurna yang disampaikan Bupati – sehat jasmaninya lewat cek kesehatan, sehat administrasinya lewat pelayanan PATEN, dan sehat rohaninya lewat peringatan Maulid Nabi. (*)
Reporter : Habar.
