Medan, gomsindosuaramerdeka.com -|
Setelah didatangi investor Kota Qingyuan, Provinsi Guangdong yang berencana bangun pabrik daur ulang dengan kebutuhan 10.000 tenaga kerja, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini membuka pintu lebih lebar untuk investasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Hal itu ditegaskan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan saat bertemu langsung Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RRT di Medan, Song Jianming, di Konsulat Jenderal RRT Medan, Selasa (22/9/2026).
“Kami terbuka terhadap investasi dari Tiongkok. Apa pun sektornya, selama memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, tentu kami menyambut peluang kerja sama tersebut,” ujar Bupati Asri Ludin.
Pernyataan ini menjadi kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan perwakilan investor Guangdong beberapa hari lalu yang viral dan ditonton lebih dari 386 ribu warga Deli Serdang karena harapan lowongan kerja masif.
Tidak Hanya Pabrik, Incar Teknologi Pertanian 15 Ton/Hektare
Dalam pertemuan tersebut, Bupati tidak hanya bicara pabrik. Ia secara khusus membahas ketertarikan Deli Serdang untuk mengadopsi teknologi pertanian Tiongkok.
Menanggapi itu, Konjen RRT Song Jianming menyebut Tiongkok siap membantu. Ia mengungkap sejumlah daerah di Tiongkok kini sudah mencapai produktivitas padi 15 ton per hektare, serta teknologi pemanfaatan lahan air payau yang sangat relevan dengan kondisi Deli Serdang.
“Kami akan membantu menghubungkan Deli Serdang dengan daerah di Tiongkok yang memiliki keunggulan di bidang pertanian. Teknologi pertanian dapat menjadi salah satu bidang kerja sama yang kita dorong,” kata Song Jianming.
Sister City Tidak Hanya Shanwei
Bupati juga menyinggung keberlanjutan kerja sama Sister City dengan Kota Shanwei yang pernah dirintis. Song Jianming menyambut dan bahkan menawarkan opsi lebih luas.
“Jadi tidak hanya Shanwei, tapi kita dari konsulat juga akan menyesuaikan daerah-daerah yang sesuai agar Deli Serdang terus berkembang. Mudah-mudahan bisa saling kunjung agar sama-sama melihat langsung potensi yang ada,” terang Song.
Menurutnya, posisi strategis Deli Serdang dengan adanya Bandara Internasional Kualanamu menjadi nilai jual utama untuk kerja sama antardaerah ini.
Pertemuan turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah dan tokoh masyarakat Tionghoa, Ali Jhonsen.
*Catatan Redaksi:* Dua kata kunci dari pertemuan ini adalah _manfaat_ dan _teknologi_. Jika investasi Qingyuan sebelumnya menjawab soal lapangan kerja, investasi pertanian yang dibahas kali ini menjawab soal ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Keduanya harus dikawal agar rekrutmennya transparan dan alih teknologinya nyata untuk petani Deli Serdang. (*).
Reporter: Habar.
