Berita

Bupati Deli Serdang: Berobat Cukup Pakai Jempol, Tak Perlu Bawa KTP dan Berkas

Redaksi Diterbitkan 19:02 2 menit membaca
Ukuran Teks:

Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com – |

Inovasi pelayanan kesehatan di Deli Serdang makin canggih. Kini warga yang ingin berobat tidak perlu lagi repot membawa berkas, fotokopi KK, bahkan KTP. Cukup tempelkan jempol, data langsung keluar.

Hal itu ditegaskan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, saat menjadi narasumber program Jurnal Nusantara di Kompas TV, Minggu (11/10/2026).

“Tujuannya untuk memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kesehatan tanpa perlu membawa berkas apa pun, termasuk KTP. Ke depan, kita akan mendorong integrasi dengan faskes swasta agar layanan ini dapat menjangkau lebih banyak fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Inovasi yang dimaksud bernama PAS JEMPOL (Pelayanan Kesehatan Menggunakan Jempol).

Sudah 1,6 Juta Warga Terekam

Bupati Asri Ludin mengungkapkan, hingga Oktober 2026, sebanyak 1,6 juta penduduk Deli Serdang dari target 2,1 juta jiwa telah melakukan perekaman sidik jari PAS JEMPOL.

Saat ini layanan ini sudah aktif di seluruh Puskesmas dan RSUD se-Kabupaten Deli Serdang.

Cara kerjanya sederhana: Saat pasien datang, petugas cukup scan sidik jari. Sistem akan otomatis menampilkan identitas pasien dan riwayat penyakit yang pernah tercatat, sehingga dokter bisa lebih cepat menangani tanpa harus tanya ulang.

Tidak Hanya Berobat, Urus Akta Lahir-Mati Jadi 1×24 Jam

Keunggulan PAS JEMPOL tidak berhenti di situ. Sistem ini memiliki basis data yang terhubung dengan data desil kesejahteraan masyarakat.

Data ini kemudian diintegrasikan dengan inovasi lain bernama SIAP SEHAT, yang mencatat peristiwa kelahiran dan kematian di fasilitas kesehatan.

Melalui SIAP SEHAT, masyarakat bisa mendapatkan Akta Kelahiran dan Akta Kematian hanya dalam waktu 1 x 24 jam setelah dilaporkan dari rumah sakit atau puskesmas, tanpa harus bolak-balik ke Dinas Dukcapil.

Target Berikutnya: Swasta dan Face Recognition

Pemkab Deli Serdang tidak mau berhenti di fasilitas pemerintah saja. Ke depan, PAS JEMPOL akan diintegrasikan dengan fasilitas kesehatan (faskes) swasta, klinik dan rumah sakit swasta, agar jangkauannya lebih luas.

Selain itu, Pemkab juga menargetkan sinkronisasi dengan data Ditjen Dukcapil Kemendagri dan pengembangan teknologi Face Recognition (Pengenalan Wajah) untuk pasien yang sidik jarinya sulit terbaca, seperti lansia dan bayi.

Bupati Asri Ludin berharap inovasi dari Lubuk Pakam ini bisa menjadi percontohan nasional.

“Harapan saya, suatu saat inovasi ini bisa menjadi role model dan dilirik Kementerian Dalam Negeri agar memudahkan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)

Reporter : Habar.

Tinggalkan komentar