Berita

Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Minta MRC di Mal Pelayanan Publik Jangan Jadi Pajangan, Harus Jadi Pusat Selamatkan Pekerja Migran!

Redaksi Diterbitkan 21:13 2 menit membaca
Ukuran Teks:

Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com– | Rabu, 7/10/2026

Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan tidak mau Mal Pelayanan Publik (MPP) Deli Serdang hanya jadi tempat foto-foto.

Secara tegas ia meminta keberadaan Migrant Workers Resources Center (MRC) yang ada di MPP segera dioptimalkan sebagai pusat informasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri maupun pekerja migran yang butuh perlindungan.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat menerima audiensi MRC di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (7/10/2026).

“Perlindungan pekerja migran ini kita dukung penuh. Masyarakat harus diberikan edukasi yang jelas supaya tidak tertipu lagi,” tegas Asri.

Jangan Hanya Stempel, Harus Ada Data!

Menurut Asri, optimalisasi MRC bukan sekadar buka meja layanan. Sinkronisasi layanan harus mencakup *data pekerja migran yang akurat* agar penanganannya lebih terarah, mulai dari sebelum berangkat, saat di luar negeri, hingga setelah kembali ke daerah.

Ia memerintahkan seluruh perangkat daerah memperkuat dukungan sesuai tupoksi masing-masing, terutama dalam penanganan pasca-migrasi.

17 Desa Jadi Sasaran, Limau Manis Jadi Percontohan

Koordinator MRC Sumut dan Jatim, Yatini Sulistyowati, menjelaskan Deli Serdang dipilih karena angka pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) cukup tinggi, salah satunya karena keberadaan Bandara Kualanamu.

MRC fokus memperkuat Desa Migran. Sebanyak 17 desa menjadi sasaran, dengan Desa Limau Manis sebagai percontohan. Saat ini 6 desa sudah memiliki Satgas Desa Migran Emas.

“Kami sudah melihat lokasi di MPP dan melihat potensi dari berbagai OPD yang bisa dikuatkan lagi. Angka pekerja migran dari dan melalui Deli Serdang cukup tinggi,” ujar Yatini.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Deli Serdang Syahdin Setia Budi Pane menambahkan, Limau Manis dipilih karena paling banyak warganya yang bermigrasi.

MRC Deli Serdang sendiri sudah berjalan sejak kick off November 2025 dan fokus pada pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Audiensi turut dihadiri perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Infes, MRC Pusat, akademisi dan OPD terkait. (*)

Reporter : Habar.

Tinggalkan komentar