Batang Kuis, http://gomsindosuaramerdeka.com — |
Pemkab Deli Serdang menegaskan komitmennya untuk tidak “jalan di tempat” dalam mengejar target pembangunan 2026. Hal itu mengemuka dalam _Focus Group Discussion_ Penguatan Kebijakan Daerah di Wing Hotel Kualanamu, Batang Kuis, Minggu (30/8/2026) malam.
FGD yang dihadiri Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Direktur Pendapatan Daerah Teguh Narutomo, Bupati dr. H. Asri Ludin Tambunan, dan Sekda Dedi Maswardy ini menjadi ruang sinkronisasi program daerah dengan program strategis nasional.
Bupati Asri menyebut Deli Serdang punya posisi strategis. Berbatasan langsung dengan Kota Medan, luas 2.400 km², dan jadi penyumbang PDRB terbesar kedua di Sumut. Namun ia juga mengakui masih ada PR besar: angka kemiskinan 3,11% dan tingkat pengangguran terbuka 7,69%.
“Melalui FGD ini, kami berharap arahan pemerintah pusat dapat memperkuat penyelarasan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, sehingga program-program yang sudah direncanakan dapat lebih terarah dan akselerasi pembangunan semakin cepat,” ujar Bupati.
PESAN TEGAS DARI KEMENDAGRI: UBAH CARA KERJA
Di tengah apresiasinya terhadap semangat Bupati yang tetap hadir meski hari libur dan malam hari, Dirjen Agus Fatoni melempar pesan kunci.
Ia menekankan keberhasilan pembangunan bukan hanya soal besarnya anggaran. Tapi soal bagaimana anggaran dikelola secara efektif, efisien, tertib, dan linear: dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, sampai pertanggungjawaban.
Lebih dari itu, ia mendorong inovasi dan kreativitas birokrasi. Karena tanpa perubahan cara kerja, hasil pun tidak akan berubah.
“Kalau kita menginginkan hasil yang berbeda, maka harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Deli Serdang tidak akan maju dan melompat kalau cara yang dilakukan tetap sama,” pungkas Agus Fatoni.
Pernyataan itu menjadi pengingat bagi seluruh OPD yang hadir. Bahwa untuk menekan kemiskinan dan pengangguran, serta memaksimalkan potensi sebagai penyangga Medan, Deli Serdang butuh lompatan, bukan rutinitas.
OPTIMALKAN PAD DAN SDM
Agus juga mendorong Pemkab menggenjot PAD lewat intensifikasi, ekstensifikasi, dan pengawasan. Selain itu, peningkatan kompetensi aparatur disebutnya sebagai kunci.
“SDM yang akan menentukan semuanya. Inti dari organisasi dan manajemen adalah leadership,” tegasnya.
Bupati Asri mengapresiasi kehadiran Kemendagri. Ia berharap sinergi ini mempercepat pembangunan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Turut hadir pimpinan OPD se-Deli Serdang. (*)
Reporter : Habar.
