Berita

JUDUL: Meledak! Pabrik China Butuh 10.000 Karyawan di Deli Serdang Diserbu 126 Ribu Warga, Netizen Teriak: Awasi Calo “WANI PIRO”

Redaksi Diterbitkan 18:10 3 menit membaca
Ukuran Teks:

 

Lubuk Pakam,

gomsindosuaramerdeka.com- |

 

Sebuah unggahan dari akun Hasan Basri Siregar mendadak viral di media sosial. Postingan berjudul “MELEDAK! 1 PABRIK CHINA DI DELI SERDANG BUTUH 10.000 KARYAWAN” telah ditonton 126.163 kali, disukai 686 orang dan dibanjiri 181 komentar hingga Sabtu (19/9/2026) sore.

 

Antusiasme warga Deli Serdang yang membludak ini diiringi kekhawatiran serius: maraknya praktik percaloan tenaga kerja.

 

Salah satu komentar netizen yang mewakili ribuan pencari kerja menulis:

“Ijin saran pak… untuk sistim rekruit tenaga kerja juga perlu diawasi, karena banyaknya calo-calo tenaga kerja yg tega memeras para pencari kerja… meminta imbalan yg tidak sedikit pak.. ada bahasa ‘WANI PIROOO'”

 

Istilah “WANI PIRO” (berani berapa) menjadi simbol pemerasan yang sudah lama dikeluhkan pencari kerja di kawasan industri Lubuk Pakam, Tanjung Morawa dan sekitarnya.

 

Investor Guangdong Bidik Daur Ulang, Siap Serap 10 Ribu Pekerja

 

Berdasarkan penelusuran GOMSINDO, informasi lowongan massal tersebut bukan hoaks. Investor asal Guangdong, Tiongkok, telah melakukan audiensi dengan Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS pada Jumat (18/9/2026).

 

Pemkab Deli Serdang melalui Diskominfostan membenarkan, investor tersebut menjajaki industri daur ulang, termasuk pengelolaan sampah elektronik menjadi produk bernilai ekonomi.

 

” salah satu rencana pabrik diperkirakan dapat menyerap 5.000 hingga 10.000 tenaga kerja karena menggunakan sistem produksi manual,” ujar juru bicara investor, Siswanto.

 

Rencana investasi tersebut ditargetkan mulai direalisasi pada Maret 2027 dan turut dihadiri Kepala Disnaker Deli Serdang, Syahdin Seria Budi Pane, serta Kepala DPMPTSP Rio Laka Dewa.

 

Disnaker Ditantang Buka Rekrutmen Satu Pintu

 

Tingginya animo 125 ribu pengunjung di satu postingan menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten. Pengamat ketenagakerjaan lokal meminta agar sistem rekrutmen tidak diserahkan kepada pihak ketiga.

 

Tokoh masyarakat meminta 4 poin pengawasan:

 

1.  Rekrutmen Satu Pintu di Disnaker: Semua lamaran wajib melalui sistem resmi Disnaker Deli Serdang, bukan melalui oknum kepala desa, ormas atau perorangan.

2.  Gratis dan Transparan:  Tidak ada pungutan. Hasil seleksi diumumkan terbuka dengan nama dan nilai.

3.  Kuota Lokal 70%: Warga ber-KTP Deli Serdang, khususnya dari kecamatan sekitar lokasi pabrik harus diprioritaskan.

4.  Posko Aduan Calo: Dibuka hotline pengaduan “WANI PIRO” dengan ancaman pidana pemerasan bagi calo yang terbukti memungut biaya.

 

“Jangan sampai 10.000 lowongan ini hanya dinikmati mereka yang berani bayar. Harapan 126 ribu orang ini adalah harapan anak-anak Deli Serdang yang butuh kerja halal,” ujar salah seorang warga STM Hulu yang ikut berkomentar.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disnaker Deli Serdang belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme rekrutmen massal tersebut. Warga berharap Bupati Asri Ludin Tambunan dapat memastikan proses rekrutmen yang bersih dari calo. (*)

 

Reporter: Gomsindo / Suara Merdeka

Editor: Redaksi Deli Serdang (Habar).

Tinggalkan komentar