Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com – |
RSUD Haji Amri Tambunan, Deli Serdang menorehkan sejarah. Untuk pertama kalinya rumah sakit milik Pemkab Deli Serdang ini sukses melakukan tindakan coiling aneurisma pada pasien stroke.
Tindakan bersejarah itu dipimpin langsung oleh Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Haji Amri Tambunan, dr. Ahmad Brata Rosa, http://M.Ked (BS), http://Sp.BS.
Penjelasan Dokter Spesialis: Coiling Tanpa Buka Kepala
dr. Ahmad Brata menjelaskan, coiling merupakan salah satu tindakan dalam layanan Digital Subtraction Angiography (DSA).
“Coiling merupakan salah satu tindakan dalam layanan Digital Subtraction Angiography (DSA). Tindakan dilakukan melalui kateterisasi tanpa membuka kepala untuk melihat pembuluh darah otak secara real-time dan menangani aneurisma,” jelasnya saat seremonial dan expose media, Senin (10/8/2026).
Menurut dokter spesialis bedah saraf tersebut, keunggulan utama tindakan ini adalah minim invasif. Pasien tidak perlu menjalani operasi besar membuka tempurung kepala.
“Alhamdulillah tindakan kemarin berjalan lancar. Cathlab kita juga memiliki teknologi 3D sehingga lebih jelas melihat pembuluh darah dari 360 derajat dan ada juga live 3D. Tidak semua cathlab punya. Kita sudah punya yang terbaru,” ujarnya.
dr. Ahmad Brata menambahkan, selain coiling, cathlab RSUD Haji Amri Tambunan juga sudah siap mendukung tindakan embolisasi, stenting, dan trombektomi. Keempat layanan itu merupakan standar penanganan stroke modern.
Akses Layanan Stroke Makin Dekat
Direktur RSUD Haji Amri Tambunan, Erlinda, menyebut hadirnya layanan DSA merupakan upaya meningkatkan mutu dan akses layanan kesehatan yang modern dan profesional.
Dengan adanya dokter spesialis dan peralatan ini, masyarakat Deli Serdang tidak perlu lagi dirujuk jauh ke rumah sakit di Medan untuk mendapatkan tindakan neuro intervensi.
“Tujuannya untuk mendekatkan layanan yang sebelumnya bisa diakses di provinsi, tapi sekarang sudah ada di kabupaten,” kata Perwakilan Kementerian Kesehatan, Reza Arfandi yang turut hadir dan mengapresiasi tindakan perdana ini.
Dukungan Bupati: Tekan Angka Kecacatan Akibat Stroke
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan menegaskan pengembangan layanan ini diarahkan untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke.
“Harapannya satu yang paling jelas, mencegah kecacatan pada pasien-pasien agar mereka mampu menghidupi keluarganya, minimal bisa beraktivitas kembali, tidak menjadi beban bagi keluarga,” ujar Bupati.
Bupati juga mengingatkan pentingnya kecepatan penanganan stroke. Masyarakat diminta mengenali gejala dengan metode *FAST*: _Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time_.
“Kalau masih bisa ditolong dalam 24 jam, kita harus berupaya,” katanya.
Sambil menunggu skema pembiayaan lewat BPJS Kesehatan, Pemkab akan mengkaji agar layanan ini masuk ke program PAS PULA untuk masyarakat desil rendah.
Seremonial turut dihadiri Sekda Deli Serdang, Kadinkes, tim penanganan stroke, RSUD pengampu dari Pemprovsu, dan BPJS Kesehatan. (*)
Reporter : Habar, (gomsindosuaramerdeka.com)
