Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com – |
Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Ketahanan Pangan mulai menyusun target konsumsi pangan per kapita per tahun berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Penyusunan target itu menjadi dasar perencanaan program ketahanan pangan daerah agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan “Pencapaian Target Konsumsi Pangan Per Kapita/Tahun Sesuai AKG” dibuka langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Deli Serdang, Anggiat P Sipayung, di Aula Cendana Lantai I Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (10/8/2026).
Dasar Perencanaan: Data AKG, Bukan Asumsi
Anggiat menegaskan, selama ini program pangan sering berjalan tanpa data konsumsi yang jelas. Karena itu, target konsumsi harus dihitung berdasarkan AKG.
“Kita ingin target konsumsi pangan yang disusun benar-benar mengacu pada Angka Kecukupan Gizi, sehingga dapat menjadi dasar dalam merencanakan program ketahanan pangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Anggiat.
Dengan acuan AKG, Pemkab bisa mengetahui berapa kebutuhan kalori, protein, sayur, buah, sumber karbohidrat hingga protein hewani yang harus dipenuhi setiap warga Deli Serdang dalam setahun.
Ketahanan Pangan = Akses + Gizi + Keamanan
Lebih jauh, Kadis Ketahanan Pangan menekankan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya diukur dari stok beras atau jagung di gudang.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak,” tambahnya.
Artinya, Pemkab harus memastikan 3 pilar terpenuhi:
1. Ketersediaan: Produksi pangan lokal cukup
2. Akses: Harga terjangkau dan distribusi lancar
3. Konsumsi: Masyarakat makan beragam, bergizi seimbang, dan aman
Untuk itu, pemenuhan pangan B2SA – Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman – membutuhkan sinergi lintas sektor mulai dari pertanian, kesehatan, perdagangan, hingga PKK dan camat.
Libatkan Semua Pihak
Kegiatan ini diikuti perangkat daerah terkait, tenaga teknis, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam perencanaan pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Deli Serdang.
Dengan adanya target konsumsi per kapita ini, diharapkan program seperti Gerakan Pangan Murah, Kebun Pangan Bergizi, dan Edukasi B2SA di desa-desa bisa lebih terukur dan berdampak langsung pada penurunan stunting serta peningkatan status gizi masyarakat.
Pemkab Deli Serdang menargetkan, pada 2026 pola konsumsi masyarakat bergeser dari yang didominasi beras ke pola konsumsi yang lebih beragam sesuai rekomendasi AKG dari Kemenkes. (*)
Reporter : Habar, (gomsindosuaramerdeka.com)
