Berita

BUKAN SEKADAR KEMAH DAN PIONERING, PRAMUKA DELI SERDANG TEMPA KEMANDIRIAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL

Redaksi Diterbitkan 20:13 3 menit membaca
Ukuran Teks:

 

 

Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com-|

 

Stigma Pramuka hanya soal berkemah, tali-temali dan pionering coba dipatahkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Deli Serdang.

 

Melalui Pelatihan Konten Kreator Kehumasan, Kwarcab menegaskan bahwa gerakan kepanduan ini adalah kawah candradimuka pembentukan karakter generasi muda.

 

Pelatihan sehari yang digelar di Aula Cendana Lantai I Kantor Bupati Deli Serdang, Sabtu (26/9/2026), ini diikuti perwakilan 22 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Deli Serdang. Masing-masing Kwarran mengirimkan dua pembina serta dua anggota Pramuka Penegak/Pandega.

 

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Deli Serdang yang diwakili Sekretaris Kwarcab, Anita Irma Tambunan menegaskan hakikat sejati Pramuka.

 

Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya sebatas berkemah dan pionering, tetapi juga menjadi wadah pembentukan kemandirian, tanggung jawab, daya juang, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian sosial.

 

“Pramuka itu membentuk manusia mandiri yang bertanggung jawab. Punya daya juang, bisa bekerja sama, dan peduli pada sesama. Nilai inilah yang harus kita tularkan lewat konten,” ujar Anita di hadapan peserta.

 

Sayangnya, menurut Anita, selama ini banyak kegiatan Pramuka yang penuh nilai positif tersebut belum terpublikasi secara optimal di dunia digital. Padahal, di lapangan, Pramuka selalu hadir dalam aksi sosial, penanggulangan bencana, hingga pembinaan mental generasi muda.

 

“Banyak kegiatan Pramuka yang selama ini belum kita angkat dan ekspos secara baik ke dunia digital. Karena itu, saya berharap setelah pelatihan ini kakak-kakak dan adik-adik dapat lebih aktif memanfaatkan media sosial,” tegasnya.

 

Untuk menjawab tantangan itu, Kwarcab menghadirkan dua praktisi digital mumpuni. Yakni Fauzan Ismail, Copywriter dan Digital Strategist sekaligus CEO Cerita Sumut, serta May Andriani Siregar, Social Media Specialist dan Graphic Designer.

 

Wakil Ketua Bidang Kehumasan dan Informatika Kwarcab, Anwar Sadat mengatakan pelatihan ini menjadi momentum melawan konten negatif yang mendominasi media sosial.

 

“Selama ini berbagai persoalan sering ditampilkan dari sisi negatif. Padahal, melalui konten yang kreatif dan bertanggung jawab, seorang kreator juga dapat membangun citra positif suatu daerah, organisasi, maupun tokoh,” ujar Anwar.

 

Ia berharap peserta tidak sekadar menjadi penonton, tapi aktif berdiskusi menyerap ilmu strategi komunikasi digital.

 

“Kami ingin peserta mendapatkan wawasan baru tentang strategi komunikasi digital, pembuatan konten yang menarik, serta pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat,” katanya.

 

Anita juga menitipkan pesan moral agar kemajuan teknologi tidak menghilangkan etika. Menurutnya, modal utama konten bukan hanya handphone canggih, tapi ide, kreativitas, dan karakter.

 

“Selain handphone, modal utama membuat konten adalah ide dan kreativitas. Mudah-mudahan setelah pelatihan ini lahir konten-konten yang menginspirasi dan dapat menularkan nilai-nilai positif kepada masyarakat,” katanya.

 

“Jadilah konten kreator yang berkarakter. Hindari menyebarkan berita yang belum valid dan konten yang dapat menyinggung atau merendahkan orang lain,” pungkasnya.

 

Pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik, dari Pramuka yang hanya berkegiatan di bumi perkemahan, menjadi Pramuka yang menguasai dunia digital dan menyebarkan nilai kemandirian dan kepedulian sosial ke seluruh penjuru Deli Serdang. (*)

 

 

Reporter : Habar.

Tinggalkan komentar