Jakarta, http://gomsindosuaramerdeka.com – |
Sebuah video yang berisi imbauan kepada orang tua untuk lebih waspada terhadap pergaulan anak viral di media sosial WhatsApp, tiktok dan Facebook dalam beberapa hari terakhir. Dalam video tersebut disebutkan kekhawatiran meningkatnya kasus HIV di Indonesia.
Video itu memicu beragam komentar warganet. Banyak orang tua yang mengaku cemas dan meminta agar sekolah serta keluarga lebih aktif mengawasi pergaulan anak.
Kemenkes: Edukasi & Tes Dini Kuncinya;
Menanggapi viralnya video tersebut, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat agar tidak mudah panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Yang paling penting adalah edukasi kesehatan reproduksi sejak dini, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta tidak ada stigma kepada ODHA. Dengan begitu orang berani periksa dan berani berobat,” ujar juru bicara Kemenkes.
Data Kemenkes menunjukkan penularan HIV terjadi melalui beberapa faktor risiko. Karena itu, pencegahan paling efektif adalah edukasi, penggunaan layanan kesehatan, dan perubahan perilaku berisiko.
Pengamat Pendidikan: Orang Tua Harus Jadi “Rumah Pertama”;
Alamsyah SPd, Pengamat Pendidikan, juga angkat bicara. Ia meminta orang tua tidak cuek dengan pergaulan anak.
“Innalillahi, astagfirullah.. pak, bu, jaga anak-anak bapak ibu.. doakan terus.. ajak komunikasi. Jangan nggak mau tau mereka akrab sama siapa, main di mana,” ujarnya, Rabu, (29/7/226) di grup whatsapp relegius.
Menurutnya, di era digital ini tantangan orang tua semakin berat. Anak mudah terpapar informasi negatif dari internet dan pergaulan.
“Solusinya bukan saling menyalahkan. Tapi perkuat benteng keluarga. Agama, komunikasi, dan pengawasan. Kalau ada yang merasa berisiko, jangan takut ke Puskesmas. Ada layanan tes HIV gratis dan konseling,” tambahnya.
Imbauan: Stop Sebar Link Tidak Jelas;
Pakar komunikasi juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan link grup WA atau video yang sumbernya tidak jelas. Hal itu rawan menjadi hoaks dan menimbulkan kepanikan.
Pemerintah melalui Puskesmas, sekolah, dan tokoh agama diharapkan gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat paham pencegahan HIV yang benar.
Reporter: Habar, http://gomsindosuaramerdeka.com
