- Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com – |
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menegaskan tujuan utama Bulan Inklusi Keuangan bukan hanya sekadar mengenalkan produk keuangan, tetapi mendorong masyarakat memanfaatkannya secara bijak sesuai perencanaan.
Hal itu ditegaskan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, saat hadir pada kegiatan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (IJK) Goes to Deli Serdang di Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, Jumat (16/10/2026).
“Melalui edukasi keuangan ini, kami berharap mahasiswa dan masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai produk dan layanan jasa keuangan, serta terdorong memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan perencanaan masing-masing,” katanya.
Pernyataan Triyoga ini menjadi kunci penting di tengah maraknya pinjol ilegal dan penyalahgunaan layanan keuangan digital oleh generasi muda. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membuat mahasiswa tidak asal menggunakan produk keuangan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan perencanaan masa depan.
“BIK (Bulan Inklusi Keuangan) diharapkan menjadi momentum untuk memperluas akses layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan,” tambah Triyoga.
Kegiatan edukasi ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan. Bupati menilai mahasiswa adalah kelompok strategis untuk menjadi agen literasi keuangan hingga ke desa-desa.
“Mahasiswa sekarang hidup di era digital, ketika pengelolaan keuangan dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi. Karena itu, mereka perlu memahami cara menggunakan layanan keuangan dengan baik agar mampu mengelola keuangan secara bijak dan mempersiapkan masa depan,” ujar Bupati Asri Ludin.
Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan inklusi keuangan syariah yang masih rendah dibandingkan konvensional. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan inklusi keuangan nasional mencapai 93,61%, Sumut 92,01%, dengan literasi keuangan Sumut 71,57% (di atas nasional 69,57%).
“Inklusi keuangan syariah ini menjadi perhatian kami ke depan. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang siap mendukung sosialisasi dan edukasi bersama OJK agar pemanfaatan layanan keuangan syariah semakin meningkat,” sebut Bupati.
Tak hanya soal keuangan, Bupati juga mendorong kolaborasi kampus melalui program Gerakan Deli Serdang Mengaji (GDSM) untuk memperkuat nilai religius di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor II Institut Kesehatan Medistra, pimpinan perangkat daerah, perwakilan perbankan, serta ratusan mahasiswa. (*)
Reporter : ( Habar)
