Berita

BUPATI DELI SERDANG: LULUSAN PESANTREN JANGAN HANYA JADI USTADZ, HARUS JADI BUPATI, DOKTER, TNI, POLRI!

Redaksi Diterbitkan 16:27 2 menit membaca
Ukuran Teks:

Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com -|

Pemikiran lama bahwa lulusan pesantren hanya bisa jadi ustadz atau penceramah harus dibuang jauh-jauh. Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan menegaskan, pesantren masa kini harus mampu mewujudkan impian tertinggi orang tua terhadap anaknya.

“Pesantren harus bisa mewujudkan impian orang tua terhadap anak-anaknya. Lulusan pesantren harus mampu beradaptasi dan berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, kesehatan, ketahanan dan keamanan, maupun bidang lainnya,” tegasnya, Rabu, (14/10/2026).

Pernyataan ini disampaikan Bupati sebagai pesan kuat untuk mendorong transformasi pesantren di Deli Serdang menjadi pesantren yang modern, adaptif, dan kompetitif.

Maksudnya Apa?

Menurut Bupati Asri Ludin, orang tua menitipkan anak ke pesantren bukan hanya agar anaknya pandai mengaji, tapi agar anaknya memiliki akhlak yang kuat untuk sukses di sektor apapun.

– Di Pemerintahan: Lulusan pesantren harus bisa jadi Bupati, Camat, Kepala Dinas yang jujur dan amanah.
– Di Kesehatan: Harus bisa jadi Dokter, Perawat, Bidan yang punya empati karena dididik akhlak pesantren.
– Di Ketahanan & Keamanan: Harus bisa jadi anggota TNI, Polri, yang tangguh imannya dan kuat fisiknya.
– Di Bidang Lainnya: Jadi pengusaha, petani modern, ahli IT yang tetap sholat tepat waktu.

“Jangan sampai pesantren tertinggal. Ilmu agama harus kuat, ilmu umum harus hebat. Santri Deli Serdang harus bisa bersaing di mana saja tanpa kehilangan identitasnya sebagai santri,” tambahnya.

Tantangan untuk Pengasuh Pesantren

Bupati juga menantang para pimpinan pondok pesantren di Deli Serdang untuk membuka diri dengan kurikulum kekinian. Selain kitab kuning, santri juga harus melek teknologi, bahasa Inggris, kewirausahaan, dan bela negara.

Dengan begitu, impian orang tua yang ingin anaknya menjadi anak yang sholeh sekaligus sukses dunia akhirat bisa benar-benar terwujud melalui pesantren. (*)

Reporter : Habar.

Tinggalkan komentar