Berita

Tim Verifikasi Kampung Kreatif Sumut Berkah Ingatkan: Keberhasilan Bukan Bangunannya, Tapi Siapa Yang Mengelola dan Manfaatnya Untuk Rakyat

Redaksi Diterbitkan 17:42 2 menit membaca
Ukuran Teks:

Galang, kgomsindosuaramerdeka.com– | Selasa, 06/10/2026

Tim Verifikasi dan Validasi Lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah turun langsung meninjau Lingkungan VII, Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, Selasa (6/10/2026).

Peninjauan dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Deli Serdang, Zainal Abidin Hutagalung, bersama Lurah Galang Kota Gusri Salwa Gea dan tim verifikasi dari Pemprov Sumut.

Bukan hanya melihat jalan dan bangunan, tim menegaskan satu hal paling penting yang sering dilupakan dalam program pembangunan.

Bukan Output, Tapi Outcome

Perwakilan Tim Verifikasi, Nusrat Andrus Hadir Syabri, menekankan dengan keras, keberhasilan program Kampung Kreatif tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik seperti gapura, jalan rabat beton, lampu surya, dan mural.

Yang paling utama adalah manfaat dan siapa yang mengelola setelah dibangun.

“Yang paling penting bukan hanya output berupa pembangunan, tetapi outcome yang dihasilkan. Harus jelas siapa yang mengelola peternakan, kebun, kolam ikan, UMKM, maupun fasilitas lainnya,” tegas Nusrat.

Ia mengingatkan, pengelola untuk peternakan ayam petelur, kebun, kolam ikan lele, UMKM, pengolahan tahu, dan fasilitas TPS 3R perlu dipastikan sejak awal, sebelum program dijalankan. Jangan sampai setelah dibangun megah, tidak ada yang merawat dan akhirnya mangkrak.

Untuk itu, tim mendorong pembentukan kelompok masyarakat sebagai pengelola agar semua fasilitas bisa dirawat dan kegiatan usaha terus berjalan.

Potensi Galang Kota Lengkap;

Sementara itu, Lurah Galang Kota Gusri Salwa Gea menjelaskan kawasan yang diusulkan sepanjang 300-500 meter ini memiliki potensi yang sangat lengkap.

Mulai dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), budidaya ikan lele, peternakan ayam petelur, pengolahan tahu yang akan jadi oleh-oleh khas Galang, hingga UMKM dan kuliner.

Konsep TPS 3R menjadi unggulan, di mana sampah organik diolah menjadi pakan maggot untuk ikan dan ayam, sementara sampah plastik dicacah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi.

“Harapannya, sampah yang masuk tidak lagi keluar sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual,” jelas Gusri.

Tim juga mengingatkan pentingnya legalitas lahan atau alas hak harus clear sebelum program dilaksanakan agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

Dengan akses yang dekat dari pusat Kabupaten Deli Serdang dan Bandara Kualanamu, Galang Kota dinilai sangat layak menjadi percontohan Kampung Kreatif Sumut Berkah yang benar-benar menghidupkan UMKM, pendapatan masyarakat, dan lapangan kerja, bukan sekadar proyek fisik. (*)

Reporter : Habar

Tinggalkan komentar