Ekonomi

TAK JUAL BAHAN MENTAH LAGI! PEMKAB DELI SERDANG DORONG HILIRISASI LIDI JADI KERAJINAN EKSPOR  Ekspor Lidi Sumut Tembus Rp197 Miliar, Disperindag Turun Tangan Latih UMKM & Bantu Alat Produksi

Redaksi Diterbitkan 19:10 3 menit membaca
Ukuran Teks:

 

 

Beringin, http://gomsindosuaramerdeka.com-|

 

Nilai ekspor lidi Sumatera Utara meledak hingga Rp197,29 miliar hingga awal September 2026. Deli Serdang sebagai salah satu penyumbang terbesar tidak mau hanya jadi penonton yang jual bahan mentah. Pemerintah mulai tancap gas hilirisasi.

 

“Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendorong hilirisasi dengan memberikan pelatihan kerajinan anyaman lidi, bantuan peralatan produksi, serta mempromosikan produk olahan melalui berbagai pameran dan fasilitas publik sehingga tidak hanya berupa bahan mentah,”ungkap Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Rabu (16/9/2026).

 

Langkah ini disampaikan Bupati saat mengikuti Webseries Go Ekspor Barantin #10 yang digelar Karantina Sumut.

 

Potensi Raksasa di Depan Mata

 

Bupati sendiri mengaku kaget dengan potensi lidi.

 

“Kabar ini menjadi surprise bagi saya, dari lidi bisa mempunyai pasar ekspor yang luar biasa. Apalagi Deli Serdang menjadi salah satu penyumbangnya,” ucapnya.

 

Wajar saja kaget. Data Karantina Sumut mencatat volume ekspor lidi hingga awal September 2026 mencapai 23,26 JUTA Kilogram. Bandingkan tahun 2025 lalu yang hanya Rp108,42 miliar sepanjang tahun. Kini belum tutup tahun sudah hampir dua kali lipat!

 

Deli Serdang memang gudangnya. Areal sawit 18.162,23 hektare di 22 kecamatan menghasilkan potensi 16.183 ton lidi bersih per tahun. Sentra terbesar di STM Hilir, Hamparan Perak, STM Hulu, dan Bangun Purba. Belum lagi 3.862 hektare perkebunan kelapa.

 

Tujuan ekspornya pun bukan kaleng-kaleng: Pakistan, China, Vietnam, bahkan hingga Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan, hingga Arab Saudi. Pakistan jadi penyerap terbesar, 24 juta Kg lebih di 2025.

 

Strategi Disperindag: Jangan Jual Sapu Lidi Saja!

 

Jika selama ini lidi hanya diekspor sebagai sapu lidi atau bahan mentah dengan harga murah, kini Pemkab lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendorong naik kelas:

 

1. Pelatihan Kerajinan Anyaman Lidi: Dari anyaman piring, tas, tempat tisu, hingga kerajinan bernilai seni tinggi.

2. Bantuan Peralatan Produksi: Agar UMKM tidak lagi manual, produksi lebih cepat dan rapi.

3. Promosi di Pameran & Fasilitas Publik: Produk olahan dipajang di pameran nasional, bandara, dan pusat publik, bukan hanya di gudang.

 

Langkah ini didukung Dinas Koperasi dan UKM yang telah menyalurkan KUR dan literasi keuangan kepada 445 pelaku UMKM lidi di 17 kecamatan.

 

“Kita tidak mempersulit berusaha. Mari sama-sama kita kolaborasi dan bersinergi. Kabupaten ini besar, saya berharap peningkatan ekspor juga memberi dampak bagi perekonomian masyarakat,” tegas Bupati.

 

Kepala Karantina Sumut N. Prayatno Ginting dan Kepala Pusat Pengembangan SDM Karantina Wisnu Wasisa Putra mengapresiasi langkah Deli Serdang. Karantina siap dampingi pelaku usaha penuhi syarat fitosanitari negara tujuan.

 

“Dari limbah menjadi primadona ekspor. Lidi sawit kini menjangkau berbagai pasar luar negeri dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah,” ujar Ginting.

 

Pelabuhan Belawan jadi pintu ekspor utama, disusul Tanjung Balai Asahan dan Bandara Kualanamu. (*)

 

 

Reporter : Habar.

Tinggalkan komentar