Lubuk Pakam, http://gomsindosuaramerdeka.com-|
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengubah pola. Jika dulu pengusaha sering kaget karena langsung ditertibkan, kini Pemkab memilih jalan dialog. Pencegahan dikedepankan, bukan penindakan.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo*, dalam Coffee Morning dan Dialog Dunia Usaha bersama DPK APINDO Deli Serdang di Aula Cendana, Kantor Bupati, Rabu (16/9/2026).
“Permasalahan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah diwajibkan melakukan penertiban dan menegakkan peraturan, tetapi tentu kami berharap pendekatannya tetap bersahabat. Kita ingin melakukan pencegahan sebelum tindakan,” katanya.
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi dunia usaha. Tema yang diusung pun menegaskan arah baru itu: “Kepatuhan yang Tepat, Usaha yang Sehat”.
Akui Masih Banyak Izin Bermasalah, Tapi Pilih Bina Dulu
Wabup Lom Lom mengakui, masih ditemukan kegiatan usaha yang belum memenuhi ketentuan perizinan, termasuk aktivitas produksi yang tidak sesuai kapasitas dalam izin.
Namun, alih-alih langsung menyegel atau memberi sanksi, Pemkab memilih membuka ruang komunikasi. Dunia usaha dianggap sebagai pilar pembangunan, penyumbang pendapatan daerah, dan penyerap tenaga kerja terbesar.
“Dunia usaha merupakan salah satu pilar dan instrumen yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan Deli Serdang, memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, serta menyerap tenaga kerja,” ujarnya.
Perizinan 6 Bulan? Wabup Sentil OPD: Kenapa Harus Lama!
Tidak hanya menuntut kepatuhan pengusaha, Pemkab juga berbenah di internal. Wabup menyentil lambatnya pelayanan perizinan yang dikeluhkan investor.
“Kalau perizinan bisa konkret selesai satu bulan atau satu setengah bulan, untuk apa menunggu sampai enam bulan? Ada perizinan yang prosesnya sampai enam bulan bahkan lebih,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan cepat dan pasti harus berjalan beriringan dengan kepatuhan. Jika izin cepat, pengusaha patuh, maka investasi tumbuh, lapangan kerja terbuka, ekonomi daerah naik.
APINDO: Kami Tidak Mau Jadi Bumper Pelanggar Regulasi
Ketua DPK APINDO Deli Serdang, Tetty Dolok Saribu, menyambut baik pendekatan bersahabat ini. Forum coffee morning disebutnya sebagai ruang diskusi serius tapi santai yang menghasilkan solusi.
Ia mencatat, anggota APINDO Deli Serdang naik signifikan dari 48 perusahaan pada Agustus 2025 menjadi sekitar 60 perusahaan saat ini. Sekitar 60% hadir dalam dialog tersebut.
Tetty juga memberi peringatan keras kepada anggotanya.
“Sebagai Ketua DPK APINDO Deli Serdang, saya tidak bisa menjadi bumper bagi teman-teman yang tidak mengikuti regulasi. Saya tidak mau menjadi pahlawan kesiangan,” tegasnya.
APINDO, lanjutnya, akan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja agar persoalan diselesaikan lewat dialog konstruktif, bukan lewat konflik. (*)
Reporter : Habar.
