Deli Serdang, gomsindosuaramerdeka.com, Jum’at (21 Agustus 2026) -|
Pancasila itu dasar negara. Isinya nilai universal yang kalau ditarik garis lurus, banyak yang sejalan dengan ajaran Islam. Bukan berarti Pancasila = agama, tapi nilai-nilainya bisa kita laksanakan lewat kacamata Al-Qur’an dan Hadis.
Berikut penjabarannya:
1. KETUHAN YANG MAHA ESA
Hakikat : Mengakui dan meyakini adanya Tuhan yang Esa. Menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup berbangsa.
Pengetahuan: Tauhid. Ini pondasi pertama manusia dan bangsa.
Pemahaman: Negara menghormati semua agama, tapi setiap warga diajak hidup bertuhan, bukan sekuler.
Penjabaran Qur’an:
`قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ`
“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa”
`وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا`
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”
Pelaksanaan:
1. Menjamin kebebasan beribadah sesuai agama masing-masing
2. Toleransi antar umat beragama
3. Pejabat dan rakyat menjadikan nilai ketuhanan sebagai landasan kebijakan. Jujur, amanah, tidak korupsi karena takut kepada Allah.
Hadis: _”Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam”
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB;
Hakikat: Menghargai harkat martabat manusia. Tidak zalim, tidak diskriminatif.
Pengetahuan: Islam datang membawa rahmat untuk seluruh alam.
Pemahaman: Hukum dan pelayanan negara harus adil ke semua suku, agama, kaya-miskin.
Penjabaran Qur’an:
`يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا`
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan… agar kamu saling mengenal”
`إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ`
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak dan apabila menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil”
Pelaksanaan:
1. Anti diskriminasi, anti bullying, anti kekerasan
2. Pelayanan publik yang ramah dan adil
3. Bela kaum lemah: anak yatim, dhuafa, disabilitas
Hadis: “Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu”
3. PERSATUAN INDONESIA
Hakikat: Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan. Bhinneka Tunggal Ika.
Pengetahuan: Umat Islam diajarkan ukhuwah – persaudaraan.
Pemahaman: Beda suku, bahasa, daerah tetap satu Indonesia. Jangan dipecah.
Penjabaran Qur’an:
`وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا`
“Berpegang teguhlah kamu semua pada tali Allah dan janganlah bercerai-berai”
`إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ`
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”
Pelaksanaan:
1. Tolak ujaran kebencian, hoax, adu domba
2. Gotong royong antar daerah dan suku
3. Cinta produk dalam negeri, bela negara
Hadis: “Perumpamaan orang mukmin dalam cinta dan kasih sayang seperti satu tubuh”
4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN;
Hakikat: Demokrasi Pancasila. Keputusan diambil bersama, bukan paksaan.
Pengetahuan: Islam mengenal konsep Syura / Musyawarah.
Pemahaman: Pemerintah dengar aspirasi rakyat. Rakyat taat pada keputusan bersama.
Penjabaran Qur’an:
`وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ`
“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”
`وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ`
“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka”
Pelaksanaan:
1. Musrenbang, rapat OPD, hearing dengan masyarakat
2. Pemimpin mendengar, bukan otoriter
3. Warga menyampaikan pendapat dengan santun dan data
Hadis: “Orang yang tidak bermusyawarah dengan kaumnya, akan menyesal”
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA;
Hakikat: Pemerataan kesejahteraan. Yang kuat bantu yang lemah.
Pengetahuan: Islam sangat menekankan keadilan sosial: zakat, infak, sedekah.
Pemahaman: Negara hadir untuk fakir miskin, UMKM, daerah tertinggal.
Penjabaran Qur’an:
`كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنكُمْ`
“Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu”
`وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ`
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa”
Pelaksanaan:
1. Program bantuan sosial, BPJS, sekolah gratis
2. Penguatan UMKM dan koperasi
3. Zakat, infak, CSR perusahaan untuk masyarakat
Hadis: “Tidak beriman orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan”
Kesimpulan Hakikat
Kelima sila itu intinya bermuara ke 2 hal besar dalam Islam:
1. Hablum Minallah = Sila 1. Hubungan dengan Tuhan
2. Hablum Minannas = Sila 2, 3, 4, 5. Hubungan dengan sesama manusia: adil, bersatu, musyawarah, sejahtera
Jadi Pancasila kalau dilaksanakan dengan benar, itu adalah cerminan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. (*).
