Deli Serdang, gomsindosuaramerdeka.com -|
Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan sistemik yang bukan sekadar masalah biasa, melainkan kekuatan besar yang merugikan negara secara masif. Berbagai elemen menyebutkan bahwa tantangan yang diemban pemerintahan ini adalah kelompok-kelompok yang selama ini menguasai sektor strategis ekonomi dan merusak tatanan keadilan di Indonesia.
Di antara kekuatan yang menjadi sasaran perlawanan adalah mafia migas, mafia impor, mafia ekspor, mafia hutan, mafia pangan, kelompok oligarki, para koruptor, hingga kelompok yang sering disebut “Londo Ireng”. Selama bertahun-tahun, keberadaan kelompok ini dinilai menggerogoti kekayaan negara, merugikan rakyat, serta menghambat kemajuan pembangunan yang adil dan merata.
Pertanyaan yang kemudian muncul di tengah masyarakat: pemimpin mana sebelumnya yang berani secara tegas menyatakan akan melawan seluruh kekuatan tersebut sekaligus? Seruan pun disampaikan kepada seluruh elemen bangsa untuk berpikir jernih, tidak mudah terprovokasi, dan menolak diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan persatuan bangsa.
Semangat “Bersatu, Kuat, dan Berdaulat” menjadi landasan bahwa keberhasilan memberantas berbagai kejahatan sistemik ini hanya bisa dilakukan jika rakyat bersatu mendukung langkah pemimpin yang berani mengambil sikap tegas demi kepentingan seluruh bangsa, bukan sekadar segelintir pihak. (*).
