Berita

GEGER! Pabrik Tramadol dan Hexymer Terbesar di Jabar Digerebek di Bandung, Produksi 8 Juta Tablet Per Hari – Sasar Jakarta!

Redaksi Diterbitkan 19:32 2 menit membaca
Ukuran Teks:

Bandung, http://gomsindosuaramerdeka.com – |

Polda Jawa Barat berhasil membongkar pabrik dan megapabrik obat keras ilegal jenis Tramadol dan Hexymer terbesar di Jawa Barat yang tersembunyi di kawasan pergudangan Biz Park Commercial Estate Kopo, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).

Pabrik gelap ini memiliki kapasitas produksi yang mencengangkan, mampu menghasilkan 8 juta tablet per hari dengan total potensi produksi mencapai 256 juta tablet dari bahan baku yang disita.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Hengki, yang memimpin langsung penggerebekan mengungkapkan, pengungkapan ini bermula dari aksi heroik Satres Narkoba di Tol.

“Berawal dari penangkapan hari Jumat di KM 125 Tol Purbaleunyi, kami mengamankan 600.000 butir obat keras yang sudah dikemas dan siap edar menuju arah Jakarta,” ungkap Irjen Pol. Hengki di lokasi gudang Biz Park Kopo.

KRONOLOGI PENGUNGKAPAN:
– Jumat (16/10/2026) Pukul 18.00 WIB: Tim Satres Narkoba Polda Jabar mencegat 2 tersangka kurir di Rest Area KM 125 Tol Purbaleunyi. Ditemukan 600 ribu butir Hexymer siap edar dalam kotak hijau yang akan diselundupkan ke Jakarta.
– Sabtu – Minggu (17-18/10/2026): Dari hasil interogasi, polisi melakukan pengembangan dan menggerebek 3 lokasi gudang yang berdekatan di komplek Biz Park Kopo.
– Hasil Gerebek: Ditemukan mesin cetak tablet otomatis berkecepatan tinggi, mesin pemanas, puluhan drum berisi bahan baku kimia prekursor berton-ton, puluhan HP, laptop berisi data penjualan, dan buku rekening.

5 TERSANGKA DITANGKAP:
Polisi mengamankan 5 orang dengan peran terstruktur:
– P, R, MF, F, dan A
– Peran: Pembeli bahan baku, peracik obat, hingga koordinator pengiriman.

Fakta mengejutkan, gudang di Biz Park tersebut ternyata baru disewa selama 22 hari sebelum digerebek.

Kapolda menegaskan obat-obatan haram senilai ratusan miliar ini tidak hanya diedarkan di Jabar, tetapi ditargetkan membanjiri pasar gelap Jakarta.

  • Saat ini Polda Jabar masih memburu pemodal utama dan jaringan di atasnya. (*)

Tinggalkan komentar